A. Latarbelakang
Apabila kita mendengar kata “penelitian” acapkali kita membayangkan kesibukan – kesibukan dilaboratorium, dengan tenaga ahli yang mengamati berbagai tabung yang berisi zat – zat yang dicampur
Apa yang dibayangkan oleh orang – orang seperti yang telah disebutkan diatas itu ada betulnya, tetapi tidak seluruhnya betul. Orang – orang yang melakukan aktivitas penelitian dilaboratorium memang sedang melakukan penelitian dalam bidang ilmu pengetahuan alam. Akan tetapi penelitian bukan hanya dapat dilakukan dalam bidang ilmu pengetahuan alam tetapi dapat dilakukan diseluruh bidang displin ilmu.
Walaupun demikian, masih banyak orang – orang terpelajar yang beranggapan bahwa “penelitian” adalah tugas para ahli, professor dan doctor. Anggapan seperti ini sangat disayangkan hingga merembes ke mahasiswa. Sebelum adanya ekuivalen skripsi, mayoritas mahasiswa masih serius mempelajari metodologi penelitian karena akan menjadi bekal untuk mengadakan penelitian dalam rangka penulisan skripsi. Setelah diperbolehkan mengambil ekuivalen skripsi lalu beranggapan bahwa ilmu tentang penelitian tidak diperlukan lagi. Mereka belum menyadari bahwa siapapun boleh meneliti bahkan dengan tegas dikatakan bahwa sarjana harus dapat meneliti, karena dengan penelitianlah ilmu pengetahuan dapat dikembangkan.
I. Bagaimana Penelitian Dilakukan
Dalam melakukan penelitian ada beberapa langkah yang akan kita lalui menurut jenis – jenis cara penelitian dilakukan atau dengan kata lain ditinjau dari caranya:
1. Operation Research (Action Research)
Operation Research adalah penelitian yang dilakukan oleh seseorang yang bekerja mengenai apa yang sedang ia laksanakan tanpa mengubah system pelaksanaanya. Antara Operation Research dan Action Research memiliki perbedaan. Operation research menunjuk pada kegiatan yang sedang berlangsung, yakni penelitian yang dilakukan bukan menciptakan yang baru semata tetapi menempel pada suatu kegiatan yang sedang berlangsung. Sedangkan Action Research artinya adalah tindakan dengan kata lain suatu tindakan yang dilakukan oleh peneliti secara terus – menerus (experiment continuous) kemudian dilihat plus minusnya dan diadakan pengubahan control sampai pada upaya maksimal dalam bentuk tindakan yang paling tepat.
Contoh:
Seorang guru ingin memperbaiki cara mengajarkan satu pelajaran. Ia menuliskan hasil penelitianya sambil terus mencoba lagi dengan cara lain. Apabila cara yang dicobanya membawa hasil yang lebih baik, maka guru tersebut merasa puas. Kemudian tahun berikutnya ia mungkin memantapkan cara tersebut, tetapi ada kemungkinan untuk mencoba cara lain lagi yang menurut pemikiranya akan membawa hasil yang lebih baik lagi
2. Experimen
Experiment adalah suatu cara penelitian untuk mencari hubungan sebab akibat (hubungan kausal) antara dua factor yang sengaja ditimbulkan oleh peneliti dengna mengeliminasi factor – factor yang lain yang mengganggu. Experiment selalu dilakukan dengan maksud untuk melihat akibat dari suatu perlakuan.
B. Apa Yang Diteliti
Untuk menjawab pertanyaan diatas berarti kita menjelaskan tentang objek penelitian. Misalnya ruang lingkup penelitian pendidikan adalah hal – hal apa saja yang berhubungan dengan pendidikan, baik yang terjadi disekolah, diluar sekolah maupun kaitanya antar keduanya. Sedangkan bagi dunia perusahaan misalnya maka penelitian yang dilakukan adalah perluasan pangsa pasar merupakan objek kajian atau penelitian yang sangat penting untuk diteliti demi mempertahankan pangsa pasar atau memperluas pangsa pasar.
C. Kesimpulan
Dalam semua disiplin ilmu atau semua bidang apapun jenisnya memnbutuhkan penelitian untuk meningkat usaha – usaha yang dilakukan. Dengan cara, pertama meneliti apa yang terlaksana menurut kejadianya atau dengan sengaja menimbulkan kejadian tersebut (experiment). Penelitian experiment senantiasa dilakukan dengan menimbulkan gejala yang dilihat dari akibatnya.
Referensi
Arikunto.suharsimi.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.Jakarta: Rineka Cipta, 2006
Filed under: Makalah




